Jelang Asian Games 2018 Orang Nomor Satu Indonesia Ikut Ambil Bagian

Jelang Asian Games 2018 Orang Nomor Satu Indonesia Ikut Ambil Bagian

Orang nomor satu di Indonesia Joko Widodo (Jokowi), membuat Peraturan Presiden (Perpres) mengenai Asian Game 2018. Jokowi berharap peraturan ini bisa mempercepat pekerja dalam menyelesaikan infrastuktur dalam acara akbar, sehingga memberi hasil terbaik saat acara berjalan.

 

Jokowi menyampaikan saat berada di Kantor Presiden, Jakarta. Bahwasanya, peraturan untuk penyelenggaraan Asian Games ke 18, telah di tanda tangani oleh presiden Indonesia Joko Widodo dan peraturan tersebut sudah masuk ke dalam undang-udang.

 

Asian Games 2018 akan diselenggarakan di Palembang dan Jakarta dan tinggal menghitung bulan saja, sehingga Presiden Republik Indonesia ikut ambil bagian untuk kelancaran acara. Bahkan, Jokowi terjun langsung memantau persiapan infrastruktur untuk kompetisi akbar tersebut.

 

Pada saat acara rapat terbatas, presiden meminta laporan soal kondisi di lapangan secara langsung. Terutama mengenai perkembangan secara betul-betul di lapangan, pemantauan harus secara detail untuk melihat sejauh mana persiapan selesai. Bilamana ada hambatan dalam proses pengerjaan, maka selesaikan dengan cepat, intinya semua harus di pantau terus-menerus.

 

Bagi Joko Widodo, kompetisi Asian Games 2018 menjadi momen penting untuk bangsa Indonesia, demi mendapat manfaat besar untuk negara. Jadi tidak heran, bilamana presiden ikut ambil bagian dalam pembangunan infrastruktur mulai dari wisma atlet, venue pertandingan ataupun infrastruktur transportasi untuk membawa atlet  ke lokasi pertandingan.

 

Walaupun begitu, pembangunan infrastuktur juga harus memperhatikan kepentingan bangsa di masa mendatang, terutama untuk sektor olahraga. Presiden berharap peluang besar ini bisa di tangkap sebaik-baiknya dengan melakukan promosi mengenai Asian Game 2018, sehingga menjadi magnet Indonesia di mata dunia.

 

Namun, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo merasa kecewa, sebab sangat minim proses promosi Asian Games 2018 dan mendapat sorotan dari para media. Waktu hanya tinggal beberapa bulan untuk acara akbar, tetapi pesta olahraga yang akan dilaksanakan di Palembang dan Jakarta tidak terdengar keras gaungannya, baik untuk masyarakat lokoal ataupun mancanegara.

 

Kekecewaan tersebut mendapat respon dari beberapa petinggi, salah satunya Panitia Penyelenggara (INASGOC) dan Kemenpora. Lalu, apa yang harus dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk membuat gaungan event 4 tahun sekali menjadi keras?

 

Pada saat rapat terbatas, Imam Nahrawi dari Menpora memposting saat aktivitas rapat berlangsung yang membahas persiapan Asian Game ke 18 di Bogor, hari Rabu, 18/04/2018. Aktivitas tersebut di posting Imam ke akun Instagramnya dan mendapat banyak usulan dari warganet dalam melakukan promosi.

 

Para netizen sangat antusias dalam menyampaikan memberi komentar untuk memberi pendapatnya. Bahkan salah satu bomber andalan Tim Nasional (Timnas) Indonesia, Rochi Putiray ikut memberikan pendapatnya dengan akun @rochi21putiray dalam status IG Menpora dari Imam Nahrawi.

 

Dia memberi saran untuk mengadakan roadshow mantan atlet nasional untuk mengadakan pertandingan. Dimana mereka akan memberi informasi mengenai Asian Games 2018, terutama untuk daerah-daerah plosok yang sulit dicapai.

 

Dana untuk persiapan acara 4 tahun sekali ini sudah menghabiskan dana pemerintah sebesar Rp 6,5 triliun. Hal ini diakui oleh INASGOC, bahwa dana menjadi minim untuk melakukan promosi secara besar-besaran seperti yang diharapkan.

 

Oleh sebab itulah, gaungan mengenai Asian Games 2018 terkesan kurang bergema. Padahal acara sudah tinggal hitungan bulan diselenggarakan seperti yang dikatakan orang nomor satu di Indonesia, Presiden Joko Widodo