Dukung Kesuksesan Asian Games 2018, Dua Negara Ini Bersatu

Dukung Kesuksesan Asian Games 2018, Dua Negara Ini Bersatu

Pada 27 April 2018, dunia dikejutkan dengan pertemuan dua negara di Semenanjung Korea yang telah lama tak akur. Ya, pertemuan KTT Korea Selatan dan Korea Utara menjadi salah satu simbolik perdamaian dan persahabatan sejak perang Korea berakhir pada tahun 1953. Turut mendukung pertemuan negara Korea tersebut, presiden Jokowi mengundang dua duta besar negara tersebut di Istana Merdeka, Jakarta. Dua negara Korea bersatu mendukung Asian Games 2018 yang akan dihelat sebentar lagi.

 

Tujuan pertemuan duta besar Korea bersatu mendukung Asian Games 2018

Presiden Jokowi yang mengundang duta besar Korea Selatan, Kim Chang Boem dan duta besar Korea Utara, An Kwang II merupakan wujud apresiasi dukungan. Ya, sejak pertemuan dua pemimpin besar masing-masing negara di Zona Demiliterisasi beberapa saat lalu, Indonesia mendukung penuh perdamaian dan persahabatan dua negara. Tujuan pertemuan tersebut tak hanya menunjukkan indikasi Korea bersatu mendukung Asian Games 2018 namun memiliki nilai yang lebih dari sekedar undangan biasa.

 

Dua duta besar Korea bersatu mendukung Asian Games 2018 dibuktikan dengan pengangkatan maskot perhelatan olahraga akbar di benua Asia tersebut. Tentu pernyataan keduanya yang turut serta mendukung kesuksesan Asian Games menjadi salah satu pelecut perdamaian dua belah pihak yang telah lama dielukkan. Diharapkan Asian Games bukan sekadar perlombaan menang atau kalah, namun lebih memiliki nilai perdamaian serta persahabatan seluruh negara di Asia khususnya dua Korea yang telah lama berseteru.

 

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Prof. Hikmahanto Juwana juga mengungkapkan bahwa pertemuan dua duta besar Korea bersatu mendukung Asian Games 2018 dapat dibuktikan secara nyata. Pembuktian tersebut tentu mengikuti perhelatan pesta olahraga terbesar sebagai langkah reunifikasi satu Korea. Mengingat sejak perang Korea meletus, ribuan warga terpisah dengan keluarga masing-masing. Momen penting ini menjadi lembaran awal bagi kemajuan hubungan dua negara tersebut.

 

Indonesia turut serta mendukung perdamaian dunia

Seperti yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 bahwa Indonesia akan menjadi negara yang turut serta mendukung perdamaian dunia. Salah satu langkah konkrit yang ditunjukkan adalah memfasilitasi pertemuan dua duta besar Korea yang tengah mengupayakan perdamaian. Presiden Jokowi sebagai pemimpin tertinggi di Indonesia berharap dua belah pihak bisa mewujudkan langkah nyata hasil pertemuan KTT Korsel-Korut sebelumnya. Hasil pertemuan antara pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un dan presiden Korea Selatan, Moon Jae-in dinilai cukup berdampak positif.

 

Dua negara yang telah lama berpisah ini menghasilkan tiga hal dalam KTT tersebut yaitu komitmen bersama untuk mengakhiri perang di Semenanjung Korea, melakukan denukrilisasi serta meredakan ketegangan dua belah pihak selama kurun waktu lebih dari enam dekade lamanya. Oleh sebab itu, presiden Jokowi mengundang dua duta besar Korea bersatu mendukung Asian Games 2018 yang akan diselenggarakan di Palembang pada tanggal 18 Agustus hingga 2 September nanti.

 

Komitmen Indonesia mendukung perdamaian dunia juga terus diwujudkan dengan siap memfasilitasi pertemuan antara presiden Kim Jong Un dengan presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Bukan berita baru lagi bahwa Korea Utara dan Amerika Serikat tidak akur karena berbagai alasan salah satunya adalah proyek nuklir Korut. Bahkan, presiden Moon Jae-in dikabarkan memiliki jadwal pertemuan dengan presiden Donald Trump sebelum pertemuan Korea-AS pada akhir Mei atau awal Juni mendatang.

 

Kita lihat saja bagaimana perkembangan rencana pertemuan dan perdamaian antara negara yang lama berseteru tersebut.  Setidaknya upaya dua negara Korea bersatu mendukung Asian Games 2018 merupakan langkah awal terciptanya kedamaian di dunia.