Bali Harus Berhati Hati dengan Tim Promosi

Bali Harus Berhati Hati dengan Tim Promosi

Pasukan Serdadu Tridadu akan menghadapi tamu pertamanya di laga perdana Liga 1 Indonesia. Tim yang akan dihadapi oleh anak-anak Bali United akan membuat beberapa kejutan. Pasalnya, PSMS Medan adalah tim promosi yang masih belum diketahui karakter dan cara bermain mereka oleh Illija Spasojevic dan kawan-kawan.

 

Laga perdana Bali United ini akan dihelat di stadion Kapten I Wayan Dipta, stadion kebanggan Bali United, Gianyar Bali 24 Maret 2018. Ada satu hal yang sangat menarik di dalam laga ini, yakni banyaknya eks Persib yang akan berjibaku di lapangan Kapten I Wayan.

 

Di dalam tubuh Bali United, ada beberapa bintang andalan yang tidak tergantikan yang diangkut dari Persib Bandung, sebut saja gelandang pengatur serangan M. Taufik, sang juru gedor Baru Illija Spasojevic, dan Dias Angga Putra.

 

Sementara di dalam skuad PSMS Medan ada sang menejer kawakan yang sempat belakar ke Itali, siapa lagi kalau bukan Djajang Nurjaman yang dibuang oleh Persib Bandung. Dan winger lincah yang juga mantan Persib tidak lain adalah, Jajang Sukmara. Jadi dapat dikatakan ini akan menjadi lagi yang penuh rasa Persib.

 

Anak-anak serdadu Tridadu tidak dapat disangkal telah benyak menguras ilmu dari sang pelatih kubu seberang, Djanur selama di Persib Bandung. Demikian halnya dengan Djanur sendiri, dia sangat hafal karakter eks anak-anak asuhnya sendiri yang sekarang mengibarkan panji Bali United. Akan tetapi kondisi ini tidak akan menyurutkan rasa haus kemenangan perdana bagi ke dua kubu.

 

Di kubu Bali United, pelatih kepala Widodo Cahyono putro, memberikan api semangat yang berkobar menjelang laga melawan anak asuh Djanur. Tentu Widodo tidak ingin melihat anak-anak asuhnya terkapar di laga pertama. Target tiga poin menjadi hal yang realistis untuk Widodo. Apalagi anak-anak Bali United juga sudah tidak akan canggung lagi, karena selama masa libur kompetisi liga 1 mereka tetap turun digelanggang penuh gengsi, Piala AFC, dimana catatan mereka tidak terlalu buruk sampai saat ini.

 

Menanggapi laga yang sudah ada di depan mata, pelatih Bali United memilih untuk menyampaikan beberapa hal dan lebih memilih merendah, “tim yang akan kita hadapi bukan tim semenjana yang mudah dikalahkan. Mereka mempunyai aktor pelatih yang kenyang pengalaman dan prestasi. Mereka menunjukkan kerja yang luar biasa, meski tampil sebagai tim promosi, di ajang pramusim kemarin (piala presiden) mereka sampai pada laga semi final. Ini tidak lain karena berkat tangan dingin pelatih Djajang Nurjaman”, tegas pelatih Bali United itu.

 

Sementara di kubu tim tamu, pelatih eks Persib memberikan klarifikasi kondisi timnya, dia bahkan lebih rendah lagi dengan melemparkan sanjungan kepada anak-anak asuh Widodo, “kami berangkat ke Bali dengan hasrat yang tinggi. Tapi kami menyadari bahwa, melawan Bali United di laga Pertama merupakan sebuah musibah. Mereka adalah tim elit dan kuat, sedangkan kita hanyalah tim promosi yang masih sangat minim” Djanur melemparkan perang dingin yang tidak kita sadari.

 

Tidak sampai di sini, Djajang Nurjaman melanjutkan pujiannya kepada Bali United, “kita tahu bahwa musim lalu, mereka adalah runner-up liga 1. Mereka sebenarnya adalah juara, tetapi hal-hal kontroversial di akhir-akhir kompetisi melarang mereka untuk menjadi juara. Dan untuk saat ini, skuad mereka semakin kuat. Ada banyak pemain bintang yang berpengalaman mereka rekrut. Jadi melihat hal itu, kami akan senang jika berhasil menahan imbang mereka di kandangnya sendiri”, tandas eks pelatih Persib itu.

 

Sanjungan Djanur ini jika tidak disikapi dengan proporsional oleh tuan rumah akan menjadi pesakitan yang akan disesali oleh mereka